Visitasi Izin Operasional TPQ Ar-Ridwan NW Oleh Pejabat Kemenag Lotim

 Rabu pagu (31/03) sekira pukul 10.30 waktu setempat Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Ar-Ridwan NW yang beralamat di Anjani Selatan Telu Desa Anjani Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur kedatangan 2 orang visitor terkait dengan pengajuan izin operasional TPQ untuk lembaga pendidikan tersebut.



Visitor bertanya kepada pengurus TPQ untuk mengecek apakah di sini ada tempat santri untuk mengaji, karena seperti yang di informasikan bahwa banyak TPQ yang hanya menitip nama saja, tetapi tidak mempunyai fasilitas atau tempat berlangsungnya kegiatan tersebut.



 Jangan lupa bagikan dengan meng-klik tombol di bawah ini

Isi Waktu Ramadhan Kita dengan Mengikuti Program Ramadhan Menghafal

Salah satu amalan mulia bagi seorang muslim ialah membaca Quran dan mengamalkannya, apalagi jika bisa menghafalkannya. Banyak sekali keutamaan yang akan diperoleh, salah satunya ialah Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orang tua penghafal Quran dari cahaya yang terangnya seperti matahari.

 

Saat ini, Pondok Darul Qur'an Wa Dakwah NW membuat program Ramadhan Menghafal yang Insya Allah akan laksanakan full di bulan suci ramadhan.Program ini baru pertama kali di buat, dengan tujuan untuk mencetak generasi yang Qur'ani. Jadi,selama bulan suci ramadhan tidak ada kegiatan selain menghafal AL-Qur'an setiap saat.




Yuk, gunakan ramadhan tahun ini selama 27 hari penuh bersama Al-Qur'an. Pondok Darul Qur'an Wa Dakwah NW Anjani Selatan telu. Jadi apa saja yang didapatkan selama karantina?

1. Hafalan Qur'an bertambah

2. Pendidikan Al-Quran

3. Lingkungan Al-Quran

4. Terbiasa bersama Al-Quran

5. Sertifikat Al-Qur'an

6. Wisuda Tahfiz Qur'an


Pendaftaran terbatas. hanya 15 putra dan 10 putri. Pendaftaran di tutup jika kuota penuh.

Syarat:

1. Niat mencari ridho Allah serta tekad yang kuat

2. Fasih dalam membaca AL-Qur'am

3. Siap tinggal dipondok

5. Membayar biaya karantina.


Jangan lupa bagikan dengan meng-klik tombol di bawah ini

SODAQOH KEKALKAN HARTA KITA

 Kami mengajak anda untuk ikut andil dalam MELANCARKAN PROSES PERLUASAN AULA PONDOK DARUL QUR'AN WA DAKWAH NW ANJANI SELATAN TELU, Desa Anjani Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur - NTB.


"Hendaklah dalam mendengar seruan kebaikan, kita lah orang yang pertama menyambutnya."


Yuk investasikan harta kita untuk tabungan akhirat.

Jangan lupa bagikan dengan meng-klik tombol di bawah ini

Kantor PWNW NTB Mulai Dibangun, Ketum PBNW Letakan Batu Pertama

Dalam upaya meningkatkan kinerja dan terstrukturnya program kerja Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan (PWNW) Provinsi Nusa Tenggara Barat, terus melakukan pembenahan dan melengkapi kebutuhan organisasi. Salah satunya menyediakan fasilitas kantor yang refresentatif  dan strategis.  Hal ini terlihat dengan dimulainya pembangunan kantor PWNW NTB di komplek Yayasan Pontren Syaikh Zainuddin NW Anjani, Kamis (04/03).


Ketua Dewan Musytasyar PBNW Ummuna Hj St Rahunaun Zainuddin AM dan Ketua Umum Pengurus Besar (PBNW) Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH Zainuddin Atsani, hadir diacara tersebut dan langsung melakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor PWNW NTB.



Dalam laporannya, Ketua PWNW NTB TGH. LG Muhammad Khairul Fatihin, mengatakan dengan dimulainya pembangunan kantor PWNW NTB akan menjadi hal yang positig dan menjadi spirit baru dalam berjuag di NW khusunya di NTB ini.


“Alhamdulillah, kita bisa memulai pembangunan kantor PWNW NTB. Mudahaan ini menjadi awal yang baik, karena kantor adalah salah satu yang wajib ada dalam organisasi untuk menunjang kinerja pengurus,” katanya.


Menurutnya, kantor adalah tempat merumuskan, merencanakan dan mengevaluasi prorgam kerja secara berkala, sehingga kita mengetahui program yang sudah terlaksana dan masih belum dijalankan.


“Oleh sebab itu, kami mengajak semua pengurus NW khususnya di wilayah NTB ini mari kita sukseskan pembangunan kantor PWNW NTB untuk kepentingan dan kemajuan organisasi,”ajaknya.


Dalam sambutannya, Ketum PBNW mengungkapkan rasa bahagia dan apresisasi atas giroh berorganisasi yang ditunjukan para pejuang dan pengurus NW selama ini. Hal ini terlihat dari berlomba-lomba pengurus NW di berbagai tempat membuat kantor organisasi.


“Selama kita punya kemauan, Allah akan menuntun kita untuk meraih kesuksesan itu. Itulah sebabnya Ummuna (Hj St Raihanun ZAM) dulu selalu nekad membangun dan terus membangun sampai keluar daerah, karena kita harus nekat untuk meraih kesuksesan itu,” tegasnya.


Untuk itu, lanjut Rektor IAIH NW Lotim ini mengajak semua pengurus NW, khsusunya di NTB ini kencangkan erat pinggangnya, satukan barisan, ikuti pimpinan  untuk berjuang dan terus berjuang tanpa mendengarkan suara-suara sumbang yang mencoba mengganggu itu.


“Jadikan itu sebagai motivasi berjuang. Saya berharap paling tidak pada perayaan HUT RI pada Agustus mendatang kantor PWNW NTB ini bisa difungsikan,”imbuhnya.


Jangan lupa bagikan dengan meng-klik tombol dibawah ini

Kemenkumham Terbitkan SK PBNW Terbaru, Mengacu Putusan PK Mahkamah Agung

Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menerbitkan SK terbaru untuk Perkumpulan Nahdlathul Wathan (NW) dan kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) hasil Muktamar XIV di Mataram 2019 lalu, sesuai keputusan peninjauan kembali (PK) Mahkamah Agung (MA).

 

SK Kemenkumham itu bernomor AHU 0001269.AH.0108 tahun 2020, tertanggal 30 November 2020 yang mengacu putusan Mahkamah Agung dalam pemeriksaan peninjauan kembali nomor 278 pk/pdt/2020 tertanggal 15 Mei 2020.

 

Informasi tersebut diungkapkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH Muhammad Zainuddin Atsani ketika berbicara dalam Rapat Konsolidasi dan Silaturahim Nasional dengan seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan se Indonesia via Zoom, Rabu (16/12/2020).

 


Syaikhuan Tuan Guru Bajang Zainudin Atsani terlebih dulu membacakan Wasiat Pendiri NW Almagfurulah Maulanasyaikh, sebagai penyemangat bagi pengurus NW se-Indonesia.

 

Kemudian Beliau menyampaikan kondisi NW saat ini. Syaikhuna menegaskan semuanya sudah clear. Pernyataannya mengacu keputusan PK Mahkamah Agungdan telah dikeluarkan SK kepengurusn PBNW oleh Kemenkumham.

 

"Alhamdulillah, Kementerian Hukum dan HAM telah memberikan persetujuan dan pengakuan atas kepengurusan yang sah atas perkumpulan Nahdlatul Wathan berdasarkan hasil Muktamar XlV tanggal 25-27 Juni 2019 yang diselenggarakan di Mataram," tuturnya.

 

Beliau juga menjelaskan secara singkat awal mula polemik di tubuh NW selama ini sehingga memicu proses hukum berkepanjangan.

 

Beliau menjelaskan, NW tidak pecah, tapi akibat ada orang yang disebutkannya sebagai "oknum" mendirikan NW dengan Akta Nomor 117 tanggal 11 Juli 2014. Akta itu justru mendapat pengesahan Badan Hukum melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-00297.60.10.2014, tanggal11 Juli 2014.

 

Padahal, kata beliau, Perkumpulan Nahdlatul Wathan, yang didirikan oleh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid, sudah mendapat pengesahan Badan Hukum melalui Surat Keputusan Menteri Kehakiman Nomor: J.A.5/105/5, tgl. 17 Oktober 1960, TBN RI No. 90, tanggal 08 November 1960, yang telah terdapat perubahan dan pengesahan melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-0000482.AH.01.08.TAHUN 2016, tanggal 15 September 2016, namun kemudian dicabut dengan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-4.AH.01.12.2019, tentang Pencabutan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-0000482.AH.01.08.Tahun 2016 tentang Persetujuan Perubahan Badan Hukum Perkumpulan Nahdlatul Wathan, sebagai bentuk pelaksanaan Putusan PTUN Jakarta Nomor 229/G/2016/PTUN.JKT. jo. 185/B/2017/PT.TUN.JKT. jo. 158 K/TUN/2018 jo. 15 PK/TUN/2019, yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde).

 

“Itulah awalnya terjadi sengketa NW yang didirikan oleh Ninikda Maulanasyaikh dengan Perkumpulan NW yang dibuat pada 2014 itu, sehingga masuk pengadilan yang cukup panjang, tapi akhirnya NW Bapak Maulanasyaikh menang setelah PK mereka ditolak Mahkamah Agung, dan dikuatkan dengan SK Kemenkumham terbaru,” tuturnya.

 

Dalam rapat konsolidasi, juga digelar dialog dan diskusi mengenai perkembangan dan perjuangan NW di daerah masing-masing. "Harapan saya organisasi NW terus berjalan kendati dalam kondisi pandemi Covid-19. Saat saya terpilih Ketua PBNW, saya berjanji untuk membawa NW berlari menuju kejayaan seperti yang dicita-citakan Ninikda Maulanasyaikh," tutur TGB Atsani.

 

Syaikhuna Tuan Guru Bajang berharap seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan se Indonesia segera melakukan konsolidasi dan penguatan pengurus dalam menjalankan program kerja yang sempat tertunda. "Termasuk soal izin pondok pesantren maupun madrasah NW," katanya.


Jangan lupa bagikan dengan meng-klik tombol dibawah ini